Memang belum banyak yang mengetahui kualitas Boarding School sekarang lebih "merajai" sekolah-sekolah mewah lain. Selain Husnul Khotimah Boarding School sekolah yang berbasis da'wah dan tarbiyyah pun diterapkan di Assyifa Boarding School ini. Tidak hanya mendidik siswa-siswi nya untuk memiliki akhlak yang baik tetapi juga mengajak mereka untuk lebih memperluas wawasan di bidang science dan umum (yang utama). Tidak mengherankan jika ternyata sekolah seperti inilah yang menjadi dambaan para orang tua untuk mendidik putra/i nya. Hingga saat ini masih dipercayai joleh banyak orang jika "harga memang sebanding dengan kualitasnya", mengapa saya menganalogikan Assyifa sebagai Sekolah Shinwa islami di Indonesia karena untuk bersekolah di sekolah Islam swasta ini cukup menguras kantong lebih dalam sehingga bisa diibartkan dengan sekolah SHINWA di asian drama "Boys Before Flower" yang juga memakan biaya sangat tinggi (mungkin emang masih tinggian SHINWA). Berdasarkan penelitian (saya) sekolah ini masih masuk dalam sekolah Islam berbasis da'wah dan tarbiyyah termahal. Namun harga ini terpaut sangat murah jika dibandingkan dengan fasilitasnya yang sangat memadai dan seabrek-abrek..dan juga untuk pendidikan memang tidak ada yang mahal apalagi jika ingin mendapatkan yang terbaik :) apalgi tau g sih lahannya itu gueeeeeeeeeede banget sampe 150 hektar,,subhanallah :)
Berikut sekilas Sejarah Assyifa Islamic Boarding School..
Berikut sekilas Sejarah Assyifa Islamic Boarding School..
Latar Belakang
Smpit
As-Syifa adalah salah satu unit pendidikan yang berada di bawah payung
Yayasan As-Syifa al-khoeriyyah tambak mekar, jalancagak,subang. Yayasan
As-Syifa sendiri sudah berdiri sejak tahun 2000 yang saat itu hanya
menangani masalah sosial, lebih khusus lagi masalah pembangunan masjid.
Bicara
Yayasan As-Syifa tentu saja tidak bisa dipisahkan dari nama dokter
Sulaiman Umar Qush, yang lebih akrab dipanggil dokter Sulaiman saja.
Dokter Sulaimanlah orang pertama yang menjadi cikal bakal Yayasan
As-Syifa berdiri di subang. Beliau adalah seorang pensiunan dokter
militer di rumah sakit kepolisian milik pemerintah Qatar di Dhoha. Di
masa akhir pensiunnya beliau beralih tugas menjadi aktifis sosial dengan
bergabung dalam Ash-Shifa Charity, Qatar. Dengan tugas utama penyambung
para donatur di Qatar dengan masyarakat subang khususnya. Keberadaan
beliau di subang berawal dari kedatangan beliau ke Sari Ater, yaitu
tempat pemandian air panas untuk keperluan pengobatan. Setelah beliau
melihat kondisi masyarakat di Subang, beliau memutuskan untuk berkhidmah
dengan sarana Ash-Shifa Charity yang berkedudukan di Qatar.
Waktu Berdiri
Berdirinya
SMPIT AS-SYIFA berawal dari usulan para pengurus di BPH Yayasan saat
yayasan telah memiliki markaz yang permanen di dusun Ciwalahir desa
Tambakmekar. Menindaklanjuti usulan tersebut diadakanlah rapat khusus
pada hari ahad malam tanggal 18 september 2005 di masjid Yayasan. Itulah hari pertama yang resmi menjadi awal pembentukan SMPIT AS-SYIFA. Malam itu yang hadir
adalah : dr. Sulaiman, dr. Encep, Ust.Tajudin, Ust. Makmur Hasanudin,
Ust. Tata Nurwita, Ust. Saef Makmun sebagai ketua Yayasan, Muhtar Fatoni
sebagai sekretaris dan ketua bidang pendidikan, Asep Sudrajat sebagai
bendahara Yayasan, Dwi Fahrial, Nurul Fathoni, Budi Mulia.
SDM yang Terlibat
Dalam
rapat pembentukan itu langsung ditunjuk Sdr. Dwi Fahrial sebagai
PJ-nya. Secara lisan dr. Sulaiman menunjuk sebagai mudir Ta’lim. Beliau
yang kala itu masih menjadi staf pengajar di SDIT Al-Ukhuwah Pagaden,
Subang, diminta part time untuk pembentukan SMPIT AS-SYIFA.
Namun akhirnya dokter Sulaiman meminta agar Ust. Fahri, begitu Dwi
Fahrial biasa dipanggil, agar bisa full time untuk mempersiapkan berdirinya SMPIT AS-SYIFA di subang.
Setelah
penunjukan itu, diadakan rapat lanjutan untuk membentuk tim. Akhirnya
disepakati ada dua bidang yang akan terlibat langsung dalam persiapan
berdirinya SMPIT AS-SYIFA. Pertama bidang SDM dan Kurikulum yang
beranggotakan Dwi Fahrial, Fatoni dan Prama. Kedua, bidang bangunan dan
sarana prasarana yang beranggotakan Syaef Ma’mun, Muhtar Fathoni, Asep
Sudrajat, Dede Sugih Bagja.
Dalam perjalanannya, bidang SDM merekrut Taufik Ismail, Irfan Ardiansyah dan Wasis Samekto sebagai tim yang menangani lebih khusus persiapan pembangunan SMPIT AS-SYIFA ini. Selain tiga orang tersebut ada juga bu Imas Eva Nurviati dan pak Ihtianto sebagai konsultan pendidikan SMPIT AS-SYIFA. Bu imas adalah sekretaris eksekutif di Yayasan Pendidikan Nurul Fikri Depok. Sedang pak Ihtianto adalah kepala sekolah SMP IT Al-Qolam dan direktur MLG 1000 juga berdomisili di depok. Memang hari-hari Persiapan SMPIT AS-SYIFA lebih banyak ditangani Ust Fahri sendiri sebagai PJ proyek SMPIT AS-SYIFA itu. Namun kerja tim dalam bentuk-bentuk diskusi dan dialog tidak kurang-kurang memberi masukan dan evaluasi.
Nama lain yang tidak bisa dianggap kecil untuk publikasi di masa awal adalah, Ustad Tajudin Noor ,Lc. beliau adalah ketua yayasan Baitul Anshor, Cimahi. Dan Ustad Ma’mur Hasanudin. Beliau berdua selain sebagai public figure, karena beliau anggota legislatif DPRD dan pusat, beliau juga sebagai dewan Pembina Yayasan As-syifa Al-Khoeriyyah. Nama lain yang juga memberi kontribusi adalah Ustad Tata Nurwita dan dokter Encep Sugiana, sebagai Aleg subang. Begitu juga Ustad Abdullah Muadz dan Ustad Rb. Suryama Sastra.
Lihat INFO untuk mendapatkan Visi Misi dan Info Penerimaan Siswa Baru 2011
retrieved from : http://www.assyifa-boardingschool.sch.id on 5th Jan 2011

Tidak ada komentar:
Poskan Komentar